Jumat, 24 Apr 2026 · pagi

Pagi. BI tahan suku bunga di 4,75% kemarin, ke-8 kalinya bertahan, rupiah masih di Rp17.140/USD. Selat Hormuz masih tutup dan perundingan AS-Iran buntu, minyak lanjut naik ke $95/bbl. IHSG konsolidasi di 7.542, narrative rotation sepi. Hari ini lebih cocok buat pantau daripada agresif buka posisi baru.

Catatan harian, terbit tiap sebelum pasar buka.

$ELSA Elnusa — Oil Service Broker Pertamina hajar kanan, oil $95
$ASII Astra International — Konglomerat Asing cicil 1.1T dalam 4 hari
$DSSA Dian Swastatika — Coal/Konglomerat Volume mengering, broker nyicil pelan
$COAL Coalindo — Batubara Kecil Volume meledak 7x, sudah naik 43% dalam 3 hari
$BDMN Bank Danamon — Finance Corporate action play, volume ekstrem
BI tahan rate, Rupiah Rp17.140, stabilisasi tapi belum sinyal pemulihan. BI dalam RDG 21-22 April putuskan pertahankan BI-Rate di 4,75% untuk kedelapan kalinya. Perry Warjiyo tegas: fokus utama tetap stabilkan rupiah dari gejolak Timur Tengah. Rupiah masih di Rp17.140/USD. Bank dan properti susah naik di tengah kondisi ini karena asing masih hati-hati sama aset IDR.
Minyak naik 4 sesi berturut, Hormuz masih tutup, upstream oil service jadi pemenang. WTI di $95/bbl, Brent di $104/bbl. Kedua pihak (AS-Iran) kebuntuan, tidak ada timeline buka Hormuz. Ini langsung bagus buat emiten jasa hulu migas seperti $ELSA karena mereka untung dari aktivitas produksi yang terus jalan. Broker CC (Pertamina Hulu Energi) dan CP sudah hajar kanan $ELSA 2 hari, volume 8 kali lipat rata-rata. Tapi harga sudah di puncak harian, masuk sekarang artinya ikut di ekor.
Asing masih cicil konglomerat besar, lebih ke parkir defensif daripada akumulasi agresif. $ASII dikumpulkan asing sampai Rp1,14 triliun dalam 4 dari 5 hari terakhir. RSI 55, MACD masih bullish. Tapi momentum mulai melambat dan price action tren turun jangka pendek. Asing cicil nama besar yang liquid sebagai parkir defensif, bukan karena ada catalyst fundamental baru. $DSSA juga ketahuan volume mengering 3 hari, stochastic rendah di 36, broker YP dan YB masih nyicil pelan.
Emas turun dari puncak, gold miner mulai kena tekanan, narrative rotation kosong hari ini. Emas turun ke $4.691-4.740/oz dari puncak $4.858. $ARCI sudah kena -9.8% kemarin dan masuk daftar top loser. Tidak ada sektor yang cukup kuat untuk jadi momentum play hari ini. Hasil screener narrative rotation kosong. Kondisi pasar: sideways selektif. Lebih aman hari ini buat fokus ke saham individual yang ada catalyst broker jelas.

Biar gampang nyaring saham, gue petain dulu sektor mana yang lagi dapet angin segar (▲) dan mana yang cuma jadi tempat parkir sementara (◆). Saham yang ada di sektor hijau biasanya narik duluan.

Oil Service Coal Konglomerat Gold Mining Perbankan ×
Oil Service ($ELSA, $ESSA, $MEDC)
Hormuz masih tutup dan minyak naik 4 sesi beruntun, aktivitas produksi hulu jalan terus bahkan meningkat. Emiten jasa hulu langsung merasakan permintaan naik. Tapi $ELSA sudah naik 134% secara tahunan, yang masuk sekarang tanpa pullback dulu risiko beli di ekor.
Coal/Batubara ($ADRO, $PTBA, $DSSA)
Batu bara $132.80/T, stabil, bukan rally. Demand Asia belum melambat, asing masih parkir defensif di sini. $DSSA menarik karena volume sedang mengering, biasanya pertanda bandar sedang kumpulin barang sebelum ada gerak.
Konglomerat ($ASII, $DSSA)
Asing tetap cicil nama besar yang liquid. $ASII dapat net buy asing Rp1,14T dalam 4 hari. Asing cicil nama defensif domestik yang liquid sebagai diversifikasi, bukan karena ada catalyst spesifik.
Gold Mining ($ARCI, $BRMS)
Emas turun dari puncak seiring harapan de-eskalasi Lebanon-Israel. $ARCI masuk top loser kemarin -9.8%. Smart money kelihatan mulai distribusi. Bukan tempat yang nyaman untuk masuk sekarang.
Perbankan ($BBCA, $BBRI, $BMRI)
BI rate hold tanpa sinyal potong. Rupiah masih lemah. Asing belum nyaman masuk sektor ini secara broad. $BDMN adalah outlier karena ada corporate action spesifik, bukan representasi kondisi sektoral perbankan.

Cara gue pakai catatan ini: Biasanya gue nggak mantau semuanya. Gue cuma milih 1 atau 2 saham yang ceritanya paling masuk akal buat gue dan cocok sama risiko waktu gue. Jangan telan mentah-mentah ya, jadiin ini awalan aja buat lo pilih sendiri.

🟢 Swing Santai (1-4 Minggu)

Saham yang lagi sepi dan di bawah radar, tapi ketahuan ada yang nyicil kumpulin barang di area support. Cocok buat yang mau masuk pelan-pelan tanpa tergesa.

$DSSA
Dian Swastatika Sentosa — Coal & Konglomerat
Kenapa masuk radar Sudah 3 hari volume $DSSA mengering, yang jualan sudah pada capek. Broker besar YP, YB, dan IF ketahuan masih nyicil beli. Harga masih 35% di bawah puncak 20 harinya, stochastic di 36 (area oversold ringan). Kalau ada sentimen positif batubara atau berita dari grup Sinarmas, ini yang duluan gerak.
Tapi hati-hati Score masih borderline dan belum ada katalis spesifik yang clear. Ini patience play. Kalau volume tidak naik dalam 3-5 hari, lebih baik wait and see dulu. Bucket ini hanya terisi 1 emiten hari ini karena stealth accumulation screener juga kosong. Kondisi pasar sangat selektif, tidak banyak saham yang sedang dalam fase akumulasi diam-diam.

🟡 Swing Cepat (2-5 Hari)

Saham yang trennya terkonfirmasi naik, namun sedang istirahat sejenak (pullback sehat) sambil terus diakumulasi.

$ASII
Astra International — Konglomerat Diversified
Kenapa masuk radar Asing konsisten masuk sampai Rp1,14 triliun dalam 4 dari 5 hari terakhir. RSI 55 dan MACD masih bullish, tren belum patah. $ASII sebagai proxy ekonomi domestik menarik setelah BI konfirmasi hold rate, sinyal bahwa kondisi moneter tidak akan makin ketat dalam waktu dekat.
Tapi hati-hati Momentum asing mulai melambat dan price action masih tren turun jangka pendek. Saham ini tidak akan langsung meledak, lebih ke akumulasi sabar di area 6300-an. Cut kalau asing tiba-tiba balik jual. Bucket ini hanya terisi 1 emiten karena pasar dalam kondisi sideways selektif. Tidak banyak saham yang sedang dalam pullback sehat dengan asing konsisten masuk.

🔴 Fast Trade (1-2 Hari)

Saham dengan broker yang agresif hajar kanan berhari-hari. Rentan patah, wajib disiplin stop-loss.

$ELSA
Elnusa — Oil & Gas Service
Kenapa masuk radar Broker CC (yang dipakai Pertamina Hulu Energi) dan CP agresif beli 2 hari beruntun, volume 8 kali lipat rata-rata. Harga naik +11% dalam 3 hari. Dengan minyak naik terus dan Hormuz masih tutup, catalyst masih ada hari ini.
Tapi hati-hati Harga sudah di puncak harian, artinya masuk sekarang tanpa ada koreksi dulu itu beli di ekor. Stop-loss ketat. Kalau volume tiba-tiba drop, langsung keluar.
$COAL
Coalindo — Batubara Kecil
Kenapa masuk radar Volume meledak 7 kali lipat, broker YB dan HP terlihat beli agresif. Saham ini ikut narasi batubara yang sedang ada.
Tapi hati-hati Saham kecil dengan liquidity terbatas, sudah naik 43% dalam 3 hari. Kalau mau ikut, sizing sangat kecil dan siap cut kalau volume sepi. Jangan overnight.

Ini baru sebagian. Saham lainnya ada di Telegram tiap hari. Join di bawah.

Cara gue pakai narasi ini: Saham di sini punya cerita makro di belakangnya, dan ekosistemnya lagi bergerak bareng. Makanya lebih tenang mantaunya dibanding saham yang gerak tanpa cerita. Tapi narasi tetap perlu waktu dan momen yang pas. Jadiin ini awalan buat lo pilih sendiri.

Catatan ini update tiap hari.

Gue bakal update kondisi market di situs ini rutin sebelum dan sesudah pasar buka. Tapi ini baru awal. Gue lagi bangun dua hal supaya lo bisa riset mandiri lebih gampang:

[ 1 ]
Telegram @temanritel
Catatan ringkas via chat, langsung masuk notif HP tiap hari. Ada tambahan radar saham yang gak sempat masuk web, sekalian buat ngecek arsip hari sebelumnya.
[ 2 ]
Aplikasi Ritel Pintar
Daftar lengkap radar saham dan ulasan yang lebih komprehensif dari web dan Telegram. Butuh insight spesifik soal suatu saham? Tinggal search dan baca narasi lengkapnya di sana.

Aplikasinya masih dikembangkan. Daftar waitlist duluan?

Mau masuk waitlist? Ambil ebook ini sekalian.

Cara gue baca narasi makro dengan Contekan Framework Baca Narasi & Flow Broker. Gratis.
Ambil kalau mau. Nanti gue masukin ke waitlist Telegram & App juga.

Join Waitlist & Ambil Ebook Gratis
Bukan. Ini cuma catatan riset pribadi, bukan ajakan beli atau jual. Gue catat apa yang gue liat di pasar (flow broker, narasi makro, pergerakan sektor) supaya lo bisa baca dan tentukan sendiri. Kalau lo ikut langsung tanpa riset sendiri, itu tanggung jawab lo ya. Pahami dulu yang akan lo lakuin.
  • Radar Pantauan Cepat → Cek dulu, ini daftar emiten singkat yang gue liat menarik, biar lo lanjut baca detail ke bawah.
  • Buka Catatan → Lo bisa paham narasi makro dan sektor yang lagi ada ini konteksnya apa. Soalnya ini ngaruh ke analisis selanjutnya.
  • Peta Sektor → List sektor mana yang lagi dapet angin (▲) vs masih wait n see (◆) dari kondisi narasi.
  • Picks (Lensa Narasi/Broker) → Ini awalan riset, jangan telan mentah-mentah. Ini catatan per emiten dari gue, tentukan area entry/exit lo sendiri, dan sesuaikan sama risiko dan modal lo.
Gue biasanya cuma milih 1-2 saham yang ceritanya paling masuk akal, bukan semuanya.
Data broker (flow volume asing/lokal, harga saham) dari ringkasan transaksi harian BEI. Narasi makro dari kombinasi berita keuangan, data komoditas global, dan berita kebijakan regulator (OJK, BI, BEI). Semua disaring dan ditulis dari perspektif investor ritel, bukan analis institusi. Gue bukan guru, bukan analis profesional. Gue cuma sesama ritel yang kebetulan punya akses ke informasi/konteks lebih banyak, pakai framework analisis sendiri dan mau share catatannya.
Bisa dong. Catatan ini gratis karena gue cuma mau share catatan aja. Lo bisa pelajari sendiri framework dan gimana gue analisis ini di ebook gue yang berbayar. Nanti gue juga ada aplikasi berbayar untuk bantu lo riset mandiri dengan mudah (search per saham, arsip lengkap, review lebih komprehensif, analisis risiko entry/exit, radar saham beragam). Tapi catatan harian di web ini tetap gratis.
ChannelKontenUpdate
Web (ini)Catatan harian: Narasi, Peta Sektor, Radar SahamSebelum pasar buka
Telegram @temanritelNotif langsung + radar tambahan yang gak ada di web + arsip hari sebelumnyaTiap hari (pagi/malam)
App (coming soon)Riset komprehensif per saham, search, arsip lengkap, review dan analisis, screener dan radar saham beragamNanti (sekarang waitlist dulu)