Minggu, 26 Apr 2026 · pagi

Pagi. IHSG tutup Jumat di 7.129, turun 6,61% sepekan. Gencatan senjata AS-Iran resmi berakhir tanpa perpanjangan, Trump ancam "bom akan berjatuhan", Selat Hormuz tetap ditutup. Minyak Brent melonjak ke $115/barel. Rapat FOMC 28-29 April jadi catalyst besar berikutnya. Sektor energi dan komoditas jadi tempat parkir paling logis, sementara saham big cap yang oversold mulai diincar broker.

Catatan harian, terbit tiap sebelum pasar buka.

$BBCA Bank Central Asia — Perbankan Broker akum 7 hari berturut, harga di dasar
$ESSA ESSA Industries — Gas & Ammonia Akumulasi asing konsisten, margin tebal
$SRTG Saratoga Investama — Finance PE 3,3x, GM 95%, broker mulai kumpul
$MTFN Netpac Finansial — Finance Volume meledak 7x, skor broker tertinggi
$LSIP PP London Sumatra — Plantation Return positif +4,4% di tengah market merah
Iran ceasefire berakhir, Selat Hormuz kembali tertutup, minyak tembus $115/barel. Gencatan dua minggu yang mulai 7 April resmi berakhir Jumat tanpa perpanjangan. Trump langsung ancam eskalasi militer dan tegaskan Selat Hormuz tetap ditutup sampai ada kesepakatan baru. Sekitar 20% perdagangan minyak global lewat selat ini. Brent dari kisaran $95 saat gencatan, sekarang sudah $115. IMF turunkan proyeksi pertumbuhan global 2026 ke 2,4%, terendah sejak 2009 kalau tidak termasuk pandemi. Rapat FOMC 28-29 April nanti jadi sorotan, pasar sudah pricing in tidak ada penurunan suku bunga di 2026.
Energi dan komoditas jadi sandaran, harga ikut terangkat. Kenaikan minyak otomatis angkat harga batubara dan komoditas energi lain. CPO masih bertahan, nikel ikut terkerek. Emiten eksportir komoditas punya buffer natural dari kenaikan ASP. $ESSA dengan margin gas yang tebal dan akumulasi asing 4 hari berturut jadi salah satu yang paling stabil. $LSIP di sektor perkebunan juga mencatat return positif di tengah market merah, sinyal relative strength yang langka minggu ini.
Big cap oversold, broker mulai nyicil di perbankan dan telekom. IHSG jatuh 6,61% sepekan, asing net sell hampir Rp2T. $BBCA dijual asing Rp2,1T tapi broker malah akumulasi 7 hari berturut dengan skor 72 dan volume 3,6x rata-rata. $TLKM turun 9,9% dan masuk radar bearish-quality dengan ROE 15,9% dan FCF 28,2%. Kontras antara jual asing dan beli broker di saham-saham ini menarik dicermati. Bisa jadi rotasi dalam, bisa jadi dead cat bounce.
DXY menguat di 100, rupiah tertekan di atas Rp17.300. Dolar AS terus menguat karena geopolitik premium. DXY di sekitar 100, tertinggi 10 bulan. Rupiah melemah ke atas Rp17.300, tekan sektor konsumsi dan perbankan yang sensitif kurs. Gold justru turun, gagal jadi safe haven karena real yield naik dan penguatan dolar. Satu-satunya pemenang jelas: eksportir komoditas berdenominasi dolar.

Biar gampang nyaring saham, gue petain dulu sektor mana yang lagi dapet angin segar (▲) dan mana yang cuma jadi tempat parkir sementara (◆). Saham yang ada di sektor hijau biasanya narik duluan.

Energi & Komoditas Perkebunan Konsumsi Telekomunikasi Perbankan
Energi & Komoditas ($ESSA, $DSSA)
Harga minyak di $115/barel angkat seluruh sektor energi. $ESSA stabil dengan margin gas dan akumulasi asing. $DSSA sudah turun 42% dari puncak 20 hari, volume mengering, broker masih nyicil.
Perkebunan ($LSIP)
CPO relatif stabil dan $LSIP mencatat return positif +4,4% di tengah market merah. Gross margin 40,7%, ROE 14,2%, FCF yield 46,9%. Kualitas fundamental yang langka di kondisi bearish.
Konsumsi ($UNVR)
$UNVR terkena tekanan kurs dan penurunan daya beli. Broker akumulasi 4 hari tapi harga masih di 8% dari high. Belum ada katalis positif, waspadai pelemahan lanjutan.
Telekomunikasi ($TLKM)
$TLKM turun 9,9% sepekan, asing jual besar. Tapi fundamental masih kuat (ROE 15,9%, FCF 28,2%, GM 33,9%). Kalau mau entry jangka panjang, level ini menarik secara valuasi.
Perbankan ($BBCA, $BFIN, $BBTN)
Asing jual besar di $BBCA (Rp2,1T) dan saham bank lain. Tapi broker lokal justru akumulasi. $BBCA, $BFIN, dan $BBTN semua punya sinyal broker positif. Risiko: kalau rupiah terus melemah, NPL bisa naik dan tekan margin bunga bersih.

Cara gue pakai catatan ini: Biasanya gue nggak mantau semuanya. Gue cuma milih 1 atau 2 saham yang ceritanya paling masuk akal buat gue dan cocok sama risiko waktu gue. Jangan telan mentah-mentah ya, jadiin ini awalan aja buat lo pilih sendiri.

🟢 Swing Santai (1-4 Minggu)

Saham yang lagi sepi dan di bawah radar, tapi ketahuan ada yang nyicil kumpulin barang di area support. Cocok buat yang mau masuk pelan-pelan tanpa tergesa.

$ESSA
ESSA Industries — Gas & Ammonia
Kenapa masuk radar Broker AK, CC, NI, IF akumulasi 4 hari berturut. Gross margin 32,6%, ROE 9,4%, FCF yield 33,4%. Harga di $945, return 3 hari +12,5%. Asing juga konsisten net buy. Gas dan amonia tetap dibutuhkan industri, harga komoditas energi tinggi angkat margin.
Tapi hati-hati Volume belum meledak, butuh kesabaran. Kalau konflik Hormuz beres, harga gas bisa normalisasi.
$DSSA
Dian Swastatika Sentosa — Energy
Kenapa masuk radar Sudah turun 42% dari puncak 20 hari, jauh lebih dalam dari IHSG. Volume mengering 3 hari berturut (0,71x dari rata-rata), stochastic %K di 21,2 (oversold). Broker CC, YU, IF masih nyicil. Ini klasik volume dry-up reversal setup.
Tapi hati-hati Koreksi 42% bukan main-main. Harus ada catalyst baru untuk reversal. Kalau tidak ada, bisa terus turun.

🟡 Swing Cepat (2-5 Hari)

Saham yang trennya terkonfirmasi naik, namun sedang istirahat sejenak (pullback sehat) sambil terus diakumulasi.

$BFIN
BFI Finance — Finance
Kenapa masuk radar Skor broker 84,8, 2 hari akumulasi oleh 2 broker, volume 1,94x rata-rata. Harga masih di 71% dari high, belum terlalu jauh ke atas. Finance multifinance bisa jadi pilihan yang lebih gesit dibanding bank besar di kondisi bearish.
Tapi hati-hati Sektor finance secara luas masih underperform karena asing jual. Risiko ikutan turun kalau bank besar lanjut merah.
$BBTN
Bank Tabungan Negara — Perbankan
Kenapa masuk radar Skor broker 74,7, 2 hari akumulasi, volume 1,81x. Harga di $1.215. Bank BUMN dengan fokus perumahan. Kalau ada sentimen positif dari kebijakan perumahan pemerintah, $BBTN bisa jadi yang paling responsif.
Tapi hati-hati Sektor perbankan secara umum masih under pressure dari asing dan kurs. Masuk cepat, keluar juga harus cepat.

🔴 Fast Trade (1-2 Hari)

Saham dengan broker yang agresif hajar kanan berhari-hari. Rentan patah, wajib disiplin stop-loss.

$MTFN
Netpac Finansial — Finance
Kenapa masuk radar Skor tertinggi di broker sequence (94), volume 7,11x rata-rata, close 100% di high. 2 broker akumulasi 2 hari, 21 peers terdeteksi. Momentum luar biasa kuat.
Tapi hati-hati Return 3 hari +8,7% dengan volume 7x itu tanda markup bandar yang agresif. Kalau volume drop atau mulai diguyur, patahnya bisa sangat cepat. Wajib SL ketat.
$CTTH
Citra Tubindo — Metal & Mining
Kenapa masuk radar Skor 78, return 3 hari +36,4%, volume 3,97x, close 81% dari high. 2 broker akumulasi 2 hari. Momentum sangat kuat di sektor metal.
Tapi hati-hati Return 36% dalam 3 hari itu sudah sangat overextended. Hanya untuk trader yang siap cut loss cepat. Jangan tahan kalau momentum patah.

Ini baru sebagian. Saham lainnya ada di Telegram tiap hari. Join di bawah.

Cara gue pakai narasi ini: Saham di sini punya cerita makro di belakangnya, dan ekosistemnya lagi bergerak bareng. Makanya lebih tenang mantaunya dibanding saham yang gerak tanpa cerita. Tapi narasi tetap perlu waktu dan momen yang pas. Jadiin ini awalan buat lo pilih sendiri.

$SRTG
Saratoga Investama — Finance
Kenapa masuk radar Gross margin 95,6%, ROE 13,2%, FCF yield 36,1%, dan PE cuma 3,3x. Ini salah satu saham dengan fundamental paling solid yang masuk radar bearish-quality. Harganya turun 3,3% minggu ini, masih wajar dibanding IHSG yang jatuh 6,6%. Broker YU mulai akumulasi.
Tapi hati-hati Sektor finance sedang underperform karena asing jual besar di saham bank. Kalau rotasi belum balik ke sektor ini, harga bisa sideways lama.
Defensive Quality Setup
$LSIP
PP London Sumatra — Plantation
Kenapa masuk radar Return +4,4% di tengah market merah minggu ini. Gross margin 40,7%, ROE 14,2%, FCF yield 46,9%, PE 6x. Broker NI akumulasi. Perkebunan jadi salah satu sektor yang paling tahan banting di tengah konflik energi karena CPO punya demand basis yang stabil.
Tapi hati-hati Kalau konflik beres cepat, harga komoditas bisa pullback dan narasi perkebunan kehilangan tenaga.
Relative Strength Confirming
$NCKL
Vale Indonesia — Nickel Mining
Kenapa masuk radar Harga turun 4,7% minggu ini, tapi gross margin 31,3%, ROE 25,2%, FCF yield 24,9%. Broker CC akumulasi. Nickel tetap dibutuhkan untuk transisi energi dan EV battery, demand jangka panjang solid. Level harga saat ini bisa jadi entry menarik untuk yang sabar.
Tapi hati-hati Harga nikel global masih volatile dan belum ada katalis jangka pendek yang jelas. Bisa sideways berbulan-bulan.
Defensive Quality Setup
Catatan ini update tiap hari.

Gue bakal update kondisi market di situs ini rutin sebelum dan sesudah pasar buka. Tapi ini baru awal. Gue lagi bangun dua hal supaya lo bisa riset mandiri lebih gampang:

[ 1 ]
Telegram @temanritel
Catatan ringkas via chat, langsung masuk notif HP tiap hari. Ada tambahan radar saham yang gak sempat masuk web, sekalian buat ngecek arsip hari sebelumnya.
[ 2 ]
Aplikasi Ritel Pintar
Daftar lengkap radar saham dan ulasan yang lebih komprehensif dari web dan Telegram. Butuh insight spesifik soal suatu saham? Tinggal search dan baca narasi lengkapnya di sana.

Aplikasinya masih dikembangkan. Daftar waitlist duluan?

Mau masuk waitlist? Ambil ebook ini sekalian.

Cara gue baca narasi makro dengan Contekan Framework Baca Narasi & Flow Broker. Gratis.
Ambil kalau mau. Nanti gue masukin ke waitlist Telegram & App juga.

Join Waitlist & Ambil Ebook Gratis
Bukan. Ini cuma catatan riset pribadi, bukan ajakan beli atau jual. Gue catat apa yang gue liat di pasar (flow broker, narasi makro, pergerakan sektor) supaya lo bisa baca dan tentukan sendiri. Kalau lo ikut langsung tanpa riset sendiri, itu tanggung jawab lo ya. Pahami dulu yang akan lo lakuin.
  • Radar Pantauan Cepat → Cek dulu, ini daftar emiten singkat yang gue liat menarik, biar lo lanjut baca detail ke bawah.
  • Buka Catatan → Lo bisa paham narasi makro dan sektor yang lagi ada ini konteksnya apa. Soalnya ini ngaruh ke analisis selanjutnya.
  • Peta Sektor → List sektor mana yang lagi dapet angin (▲) vs masih wait n see (◆) dari kondisi narasi.
  • Picks (Lensa Narasi/Broker) → Ini awalan riset, jangan telan mentah-mentah. Ini catatan per emiten dari gue, tentukan area entry/exit lo sendiri, dan sesuaikan sama risiko dan modal lo.
Gue biasanya cuma milih 1-2 saham yang ceritanya paling masuk akal, bukan semuanya.
Data broker (flow volume asing/lokal, harga saham) dari ringkasan transaksi harian BEI. Narasi makro dari kombinasi berita keuangan, data komoditas global, dan berita kebijakan regulator (OJK, BI, BEI). Semua disaring dan ditulis dari perspektif investor ritel, bukan analis institusi. Gue bukan guru, bukan analis profesional. Gue cuma sesama ritel yang kebetulan punya akses ke informasi/konteks lebih banyak, pakai framework analisis sendiri dan mau share catatannya.
Bisa dong. Catatan ini gratis karena gue cuma mau share catatan aja. Lo bisa pelajari sendiri framework dan gimana gue analisis ini di ebook gue yang berbayar. Nanti gue juga ada aplikasi berbayar untuk bantu lo riset mandiri dengan mudah (search per saham, arsip lengkap, review lebih komprehensif, analisis risiko entry/exit, radar saham beragam). Tapi catatan harian di web ini tetap gratis.
ChannelKontenUpdate
Web (ini)Catatan harian: Narasi, Peta Sektor, Radar SahamSebelum pasar buka
Telegram @temanritelNotif langsung + radar tambahan yang gak ada di web + arsip hari sebelumnyaTiap hari (pagi/malam)
App (coming soon)Riset komprehensif per saham, search, arsip lengkap, review dan analisis, screener dan radar saham beragamNanti (sekarang waitlist dulu)